Guru VS Media Sosial: Kontradiksi Peran Guru di Era Global

  • Wasis Suprapto STKIP Singkawang, Kota Singkawang, Indonesia
  • Gustin Gustin IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung
  • Dodik Kariadi STKIP Singkawang, Kota Singkawang, Indonesia
Keywords: Guru, Media Sosial, Degradasi Moral

Abstract

Peran guru kini tengah diuji seiring dengan maju dan perkembangnya sosial media. Sosial media yang menawarkan beragam kemudahan justru disalahgunakan oleh siswa dengan mengakses situs negatif. Hal ini diperkuat dengan munculnya persoalan moral seperti tawuran, seks bebas, narkoba, bahkan contek masal oleh siswa. Menyikapi hal ini, tahun 2010 pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Nasional mencetuskan pendidikan karakter dan budaya bangsa sebagai upaya menekan degradasi moral. Tujuan penelitian ini agar ada refrensi untuk menciptakan sinergitas antar elemen baik pelajar, guru, orang tua, masyarakat, serta dinas pendidikan. Kondisi ini perlu dilakukan agar peran guru sebagai katalitasor nilai tidak tergerus oleh sosial media. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian literatur yang bersumber dari artikel hasil penelitian, buku teks, website dan referensi relevan lainnya. Hasil penelitian dari kajian literatur ini mengungkapkan beberapa hal, pertama guru memegang peranan yang sangat strategis sebagai katalisator pendidikan yang menjadi tumpuan utama kemajuan sebuah bangsan; kedua, guru sebagai bagian dari masyarakat telah menjadikan media sosial sebagai sarana komunikasi dan hiburan; ketiga, keberadaan media sosial ibarat dua mata pisau yang membawa dampak positif dan negatif baik bagi guru dan dunia pendidikan; dan keempat, dipelukannya sinergisitas antara guru, orang tua siswa, masyarakat, teman bermain dan media sosial agar terwujudnya pembelajaran yang bekualitas. Jadi guru sebagai tolok ukur sebuah pendidikan memegang peranan yang sangat penting ditengah kehidupan modern yang telah mengalami perubahan signifikan akibat pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aditya, Ramadhan. 2013. Survei: 97% Remaja Indonesia Mengakses Situs Porno.http://techno.okezone.com/read/2013/09/24/55/870832/survei-97-remaja-indonesia-mengakses-situs-porno di download pada 31 Maret 2016.

APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia).2014. Profil Pengguna Internat Indonesia 2014.Jakarta: Pusat Kajian Komunikasi Universitas Indonesia.

Asmaroini, A. P. (2016). Implementasi nilai-nilai pancasila bagi siswa di era globalisasi. Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan, 4(2), 440-450.

Astuti, S. I., Purbani, W., & Madya, S. T. (2011). Peran Sekolah dalam Pendidikan Karakter dengan Pengembangan Model Pembelajaran Holistik dan Kontekstual Oleh.

Chalim, S., & Anwas, E. O. M. (2018). Peran orangtua dan guru dalam membangun internet sebagai sumber pembelajaran. Jurnal Penyuluhan, 14(1), 33-42.

Erviana, V. Y. (2021). Penanganan dekadensi moral melalui penerapan karakter cinta damai dan nasionalisme. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan, 14(1), 1-9.

HatianTI. 2016. Data WeAreSocial 2016: BBM Masih Menjadi Aplikasi Paling Populer di Indonesia. http://harianti.com/data-wearesocial-2016-bbm-aplikasi-paling-populer-di-indonesa/ di akses pada 28 Maret 2016

Jaya, W. K., Swasono, S. E., Baswir, R., & Prijambada, I. D. (2015). Membangun Kedaulatan Bangsa Berdasarkan Nilai-nilai Pancasila: Pemberdayaan Masyarakat Dalam Kawasan Terluar, Terdepan, dan Tertinggal (3T): Kumpulan makalah call for papers kongres Pancasila VII. Pusat Studi Pancasila UGM.

Koesoema A, Doni. 2007. Pendidikan Karakter: Strategi Mendidik Anak di Era Modern. Jakarta: Grasindo.

Linckona, Thomas. 1991. Educating For Character: How Our School Can Teach Respect and Responsibility. New York: Bantam Books

Liputan6. 2015. Menkominfo Blokir 800 Ribu Situs Porno, Tapi Bermunculan Lagi.http://news.liputan6.com/read/2230845/menkominfo-blokir-800-ribu-situs-porno-tapi-bermunculan-lagi Di download pada 4 April 2016.

Listari, L. (2021). Dekadensi Moral Remaja (Upaya Pembinaan Moral Oleh Keluarga Dan Sekolah). Jurnal Pendidikan Sosiologi Dan Humaniora, 12(1), 7-12.

Megawangi R. (2004). Pendidikan Karakter. Jakarta: Star Energi (Kakap) Ltd.

Muslich, Masnur. 2011. Pendidikan Karekter: Menjawab Tantangan Krisis Multidimensional. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Oik, Yusuf. 2014. Pengguna Internet Indonesia Nomor Enam Dunia.di akses http://tekno.kompas.com/read/2014/11/24/07430087/pengguna.internet.indonesia.nomor.enam.dunia di download pada 30 Maret 2016.

Rachmadyanti, P. (2017). Penguatan pendidikan karakter bagi siswa sekolah dasar melalui kearifan lokal. JPsd (Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar), 3(2), 201-214.

Wardhana, W. S. (2020, October). Strategi pengembangan kompetensi guru secara mandiri di era literasi digital. In Prosiding Seminar Nasional Bahasa dan Sastra Indonesia (SENASBASA) (Vol. 4, No. 1).

Wicaksono, Pribadi. 2011. Tiap Detik 30 Ribu Situs Porno Diakses di Indonesia. di akses https://m.tempo.co/read/news/2011/02/20/173314621/tiap-detik-30-ribu-situs-porno-diakses-di-indonesia pada 4 April 2016.

Yuhana, A. N., & Aminy, F. A. (2019). Optimalisasi peran guru pendidikan agama Islam sebagai konselor dalam mengatasi masalah belajar siswa. Jurnal Penelitian Pendidikan Islam,[SL], 7(1), 79-96.

Published
2023-06-30
How to Cite
Suprapto, W., Gustin, G., & Kariadi, D. (2023). Guru VS Media Sosial: Kontradiksi Peran Guru di Era Global. Jurnal Sustainable, 6(1), 148-158. https://doi.org/10.32923/kjmp.v6i1.3339
Section
Articles

Most read articles by the same author(s)