Pendidikan Akhlak: Analisis Philosofis – Jendela Hati
Abstract
Suatu hal yang penting dikaji yaitu keutamaan Filsafat Pendidikan Akhlak, implikasi akhlak yang baik atau buruk pada hati, ada lubang yang menjadi celah untuk saling mempengaruhi antara keduanya itulah disebut jendela hati. Hati yang tertutup rapat, tidak selamanya tidak bisa diintip dan terpengaruh dari hal-hal luar, sering disebut dalamnya laut dapat diukur, namun dalam hati seseorang siapa yang tahu. Memang hati sangat sulit diketahui, namun dapat saja mempengaruhi segala sendi-sendi kehidupan sosial manusia di lingkungan sosialnya, oleh sebab hati tidak berdiri sendiri dalam diri manusia, melainkan hati sebagai pengendali sikap dan perilaku manusia. permasalahan yang fundamental, yaitu fungsi pendidikan seringkali mengalami distorsi (kendala) berupa kepentingan-kepentingan subjektifitas, sehingga ketika melakukan tindakan biasanya sulit independen, terkadang manusia bertindak atas perintah dari luar bukan dari dalam hati nuraninya, akibatnya terjadi kontra produktif antara apa yang dilakukan dengan apa yang ia inginkan. Pendekatan kefilsafatan mendasarkan pada pandangan al-Ghazali dan Ibnu Maskawaih demikian Ibn Qayyim ia memandang bahwa akhlakkul karimah pada ummat Muslim terdiri dari aspek pengamalan nilai-nilai Islam dan nilai-nilai Iman, dan Ihsan. Terkadang juga melakukan suatu tindakan yang ia paksakan akibat desakan dari berbagai macam kepentingan, maka dalam hal ini akhlak selalu dalam keadaan terbelenggu. Padahal hanya akhlak yang baik itulah yang dapat menjadi komandan bagi jiwa atau hati manusia. Tujuan menulisan artikel ini adalah mengkaji tetang pendidikan akhlak untuk menjadi media bagi hati.
Downloads
References
Ahmad Rifa’i, A. (2017). Nilai-nilai pendidikan akhlaq perspektif Shaikh Ibnu Ata’illah al Sakandari dalam kitab al Hikam dan Imam al Ghazali dalam kitab Ihya’ulum al-din. IAIN Ponorogo.
Anugrah, R. L., Asirin, A., Musa, F., & Tanjung, A. (2019). Islam, Iman dan Ihsan dalam Kitab Matan Arba ‘In An-Nawawi (Studi Materi Pembelajaran Pendidikan Islam Dalam Perspektif Hadis Nabi SAW). Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam, 9(2).
Azaki Khoiruddin. (2013). Azaki Khoirudin, Pendidikan Akhlak Tasawuf Menyelami Nalar Spiritual Cak Nur, (Kapas: nun Pustaka, 2013), h. 26No Title.
Bunyamin, E. (2016). Konsep Perlindungan Anak dalam Al-Quran dan Relevansinya dengan Pendidikan. Online Thesis, 10(1).
Dahlia, E. (2018). Konsep Pendidikan Akhlak Perspektif Imam Al-Ghazali. UIN Raden Intan Lampung.
Effendi, R. (2016). Aktualisasi Akhlak Terpuji. Pusat Penerbitan Universitas (P2U) LPPM UNISBA.
Farid, M., & Sos, M. (2018). Fenomenologi: Dalam Penelitian Ilmu Sosial. Prenada Media.
Hakim, A., & Herlina, N. H. (2018). Manajemen Kurikulum Terpadu Di Pondok Pesantren Modern Daarul Huda Banjar. Jurnal Penelitian Pendidikan Islam,[SL], 6(1), 111–132.
Hamka. (2016). Hamka, Tasawuf: Perkembangan dan Pemurniannya, (Jakarta: Penerbit Republika, 2016), 321.
Hanif, M. I. (2015). PENDIDIKAN AKHLAK TASAWUF MENURUT SYAIKH ABDULLAH BIN HUSAIN BA’ALAWI (TELAAH KITAB SULLAM TAUFIQ). IAIN Salatiga.
Hayati, D. N., & Wahab, W. (2019). Relasi antara Mata Pelajaran Aqidah-Akhlak pada Tradisi Berandep di Dusun Sungai Jambu Kabupaten Kayong Utara. Jurnal MUDARRISUNA: Media Kajian Pendidikan Agama Islam, 9(2), 290–306.
Ibn Maskawaih. (2010). Ibn Maskawaih, “Tahdzib Al-Akhlak wa That-hir Al-A’raq”, dalam Rosihon Anwar, Akhlak Tasawuf edisi revisi (Bandung: CV PUSTAKA SETIA, 2010), Cet. X, h. 13.
Idris, S., & Tabrani, Z. A. (2017). Realitas Konsep Pendidikan Humanisme dalam Konteks Pendidikan Islam. Jurnal Edukasi: Jurnal Bimbingan Konseling, 3(1), 96–113.
Imaddudin, M. A. (2018). Problematika Keadilan Hukum yang lemah: ditinjau dari NKRI sebagai Negara Kesatuan. Jurnal Ilmu Politik Dan Pemerintahan, 4(2), 140–150.
Kahwash, M. A. M. H. (2020). Penanaman Akhlak Menurut Ibnu Miskawayh (932-1030) Dan Al-Ghazali (1058-111). Universitas Islam Negeri Sumatera Utara.
Lubis, H. M. R. (2017). Sosiologi Agama: Memahami Perkembangan Agama dalam Interaksi Islam. Kencana.
Mashita, I. A. (2018). Tasawuf modern: studi komparasi pemikiran antara Hamka dan Nasaruddin Umar. UIN Sunan Ampel Surabaya.
Muzakkir, H. (2007). Tasawuf dalam Kehidupan Kontemporari: Perjalanan Neo-Sufisme. Jurnal Usuluddin, 26, 63–70.
Nata, A. (2018). Pendidikan Islam Di Era Milenial. Conciencia, 18(1), 10–28.
Nurdin, I. F. (2015). Perbandingan Konsep Adab Menurut Ibn Hajar Al-’Asqalany dengan Konsep Pendidikan Karakter di Indonesia. Jurnal Pendidikan Islam, 4(1), 159–187.
Pratama, D. A. N. (2019). Tantangan Karakter Di Era Revolusi Industri 4.0 Dalam Membentuk Kepribadian Muslim. Al-Tanzim: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 3(1), 198–226.
Pujiati, T., & Triadi, R. B. (2016). Pengaruh Konsep Diri Dan Budaya Dalam Komunikasi Interpersonal. PROCEEDINGS UNIVERSITAS PAMULANG, 1(1).
Saihu, S. (2019). Konsep Manusia dan Implementasinya dalam Perumusan Tujuan Pendidikan Islam Menurut Murtadha Muthahhari. Andragogi: Jurnal Pendidikan Islam Dan Manajemen Pendidikan Islam, 1(2), 197–217.
Septian, A. L. (2015). Nilai-nilai pendidikan akhlak dalam al-Qur’an surat al-Ma’un ayat 1-7 (Kajian Tafsir al-Misbah karya M. Quraish Shihab).. STAIN Ponorogo.
Shihab, M. Q. (2007a). Lentera Hati: Kisah dan Hikmah Kehidupan. Mizan Pustaka.
Shihab, M. Q. (2007b). Lentera Hati. Mizan Pustaka.
Siagian, D. N. S. (2018). Pesan tasawuf dalam buku Mari Jatuh Cinta Lagi kara Ibnu Al-Dabbagh. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara.
Siregar, R. (2016). Usaha guru dalam meningkatkan ranah afektif pendidikan agama Islam di pondok pesantren Darul Istiqomah. IAIN Padangsidimpuan.
Sumantri, B. A., & Ahmad, N. (2019). Teori Belajar Humanistik dan Implikasinya terhadap Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Fondatia, 3(2), 1–18.
Tolchah, M. (2020). Problematika Pendidikan Agama Islam dan solusianya. Kanzun Books.
Wijaya, H., & Helaluddin, H. (2018). Hakikat Pendidikan Karakter.
Zajuli, F. (2017). Implemntasi manajemen qalbu dalam peningkatan kecerdasan spiritual santri (Studi kasus di pondok pesantren al-Fatah Temboro karas magetan). IAIN Ponorogo.