Studi Komparatif Living Hadis: Larangan Tidur setelah Subuh dalam Konteks Tradisi Desa Daleman Bangkalan dan Desa Pacarkeling Pasuruan
Abstract
Tradisi-tradisi lokal di Indonesia sangat beragam, bahkan ada yang tidak diketahui yang menjadi landasan dasarnya. Madura sebagai salah satu suku di Jawa Timur tercatat memiliki banyak tradisi lisan, seperti larangan tidur setelah Subuh yang dipraktikkan secara turun-temurun oleh masyarakat desa Daleman Bangkalan dan desa Pacarkeling Pasuruan, sebagaimana ungkapan; “Jhubek jek tedungan marennah Shobbu ekaberis serret rejekkeh” aan “Ojok turuan marine subuh, garai fakir.” Adapun faktor-faktor yang melatar belakangi adanya tradisi larangan ini adalah nilai keagamaan, kultural, dan budaya, karena waktu pagi dianggap membawa berkah. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk mengkaji lebih jauh mengenai tradisi larangan tidur setelah Subuh di dua kawasan yang berbeda melalui studi komparatif Living Hadis. Hal ini bertujuan untuk memahami dinamika praktik serta pemaknaan tradisi lisan di desa Daleman dan Pacarkeling, sehingga dapat memberikan wawasan komprehensif serta implikasi penerapan praktik Living Hadis dalam kehidupan sehari-hari.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan model kualitatif, menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi sebagai metode pengumpulan data. Adapun hasil dari penelitian ini mencakup tiga aspek utama; pertama, peneliti mengungkap eksistensi tradisi larangan tidur setelah Subuh, berdasarkan sejarah dan pandangan masyarakat desa Daleman dan Pacarkeling. Kedua, penelitian ini mengidentifikasi relevansi antara tradisi lisan yang ada di desa Daleman dan Pacarkeling melalui perspektif hadis. Ketiga, peneliti mengukur dan membandingkan poin-poin dasar yang muncul pada masyarakat desa Daleman dan Pacarkeling terhadap tradisi lisan larangan tidur setelah Subuh dalam konteks praktikal.
Downloads
Copyright (c) 2024 Alwi Alwi Shobri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors who publish journals in Scientia: Jurnal Hasil Penelitian agrees with the following conditions:
1. Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
2. Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
3. Every publication (printed/electronic) are open access for educational purposes, research, and library. Other than the aims mentioned above, the editorial board is not responsible for copyright violation.