Sosialisasi Pernikahan Usia Dini dan Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja Sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Desa Pabean, Kabupaten Probolinggo

  • Taufikurrahman Taufikurrahman Program Studi Sains Data, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, Indonesia
  • Adetya Nindra Zulfi 2Program Studi Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, Indonesia
  • Eka Febrianti Fera Irmawati Program Studi Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, Indonesia
  • Winda Putri Setiawan Program Studi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, Indonesia
  • Putri Nur Azizah 5Program Studi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, Indonesia
  • Firda Fitri Soeliyono Program Studi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, Indonesia

Abstract

Stunting is a condition in which a child's growth becomes shorter than children of his age due to a chronic lack of nutritional intake in the first one thousand days of a child's life from birth, due to diet, parenting, and sanitation. Women who are not physically fit enough to be married are more likely to have children who are short for their age. Insufficient knowledge about the causes and consequences of child stunting due to early marriage. However, adolescent understanding of the significance of reproductive health as a provision in reducing stunting is also a provision. The purpose of this research is to ascertain whether or not teenagers in Pabean Village are aware of the link between early marriage and child stunting, as well as the significance of providing adolescents with reproductive health education from a young age. Using a questionnaire with a pre- and post-test methodology, the researchers were able to determine the average number of respondents who understood the information before and after being socialized on the topics of early marriage and teenage reproductive health. After averaging everything out, the researchers found that locals of Customs knew 42.5 percent more about the link between early marriage and stunting and adolescent reproductive health education, and that 33.3 percent fewer men and 52.5 percent fewer women were interested in getting married young.

Keywords: Socialization of Early Marriage, Stunting, Adolescent Reproductive Health

Stunting adalah kondisi di mana pertumbuhan anak ketika dibandingkan anak pada usianya akan lebih pendek karena kurangnya asupan gizi kronis dalam seribu hari pertama kehidupan anak sejak lahir, yang disebabkan oleh pola makan, pengasuhan, dan sanitasi. Perempuan yang tidak cukup sehat secara fisik untuk menikah lebih cenderung memiliki anak yang pendek untuk usianya. Kurangnya pengetahuan tentang penyebab dan konsekuensi dari stunting pada anak akibat pernikahan dini. Namun, pemahaman remaja tentang pentingnya kesehatan reproduksi sebagai bekal dalam mengurangi stunting juga menjadi bekal. Tujuan dari penelitian ini yakni menelaah apakah remaja di Desa Pabean mengetahui hubungan antara pernikahan dini dan stunting pada anak, serta pentingnya memberikan pendidikan kesehatan reproduksi pada remaja sejak dini. Dengan penggunaan kuesioner yang dilakukan secara pre-test dan post-test, para peneliti dapat menentukan rata-rata jumlah responden yang memahami informasi sebelum dan sesudah disosialisasikan tentang topik pernikahan dini dan kesehatan reproduksi remaja. Setelah menghitung rata-rata, para peneliti menemukan bahwa penduduk lokal Pabean mengetahui 42,5 persen lebih banyak tentang hubungan antara pernikahan dini dan stunting serta pendidikan kesehatan reproduksi remaja, dan 33,3 persen lebih sedikit laki-laki dan 52,5 persen lebih sedikit perempuan yang tertarik untuk menikah muda.

Kata Kunci: Sosialisasi Pernikahan Usia Dini, Stunting, Kesehatan Reproduksi Remaja

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2023-07-31
How to Cite
Taufikurrahman, T., Zulfi, A., Irmawati, E., Setiawan, W., Azizah, P., & Soeliyono, F. (2023). Sosialisasi Pernikahan Usia Dini dan Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja Sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Desa Pabean, Kabupaten Probolinggo. Scientia: Jurnal Hasil Penelitian, 8(1), 73-88. https://doi.org/10.32923/sci.v8i1.3379
Section
Articles