Hiperrealitas Muslimah dan Obyektifikasi Tubuh Perempuan

(Sebuah Paradoks di Media TikTok)

  • Nur Afni Khafsoh UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Aditia Warman UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Keywords: Hiperrealitas, Obyektifikasi Ketubuhan, Perempuan Muslimah

Abstract

Muslimah di dalam video goyang pargoy di Tiktok dianggap negatif karena melanggar standarisasi moral di masyarakat. Kerudung dan baju yang menutupi tubuh adalah simbol positif yang diterima masyarakat namun bergoyang dan berlenggok di video Tiktok memberikan citra negatif bagi muslimah yang mengikuti tren goyang Pargoy. Penelitian ini fokus dalam melihat praktik hiperealitas perempuan muslimah dan obyektifikasi ketubuhannya yang menjadi sebuah paradoks dari hiperealitas di dunia maya TikTok.

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subyek penelitian adalah influencer muslimah di Tiktok dengan menggunakan metode purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dengan reduksi, display, analisis, dan penarikan kesimpulan. Teori yang digunakan adalah Hiperealitas dari Jean Baudrillard dan Male gaze dari Laura Murvey.

Hasil dari penelitian ini adalah bahwa ada praktik hiperealitas muslimah di Tiktok dengan memiliki dua akun, membranding dan mencitrakan diri di media sosial, perilaku yang dilakukan didunia maya menjadi kebiasaan di dunia nyara. Selain itu, obyektifikasi ketubuhan muslimah di Tiktok tetap terjadi meskipun mengenakan simbol keagamaan seperti kerudun. Komentar pada konten Pargoy yang dilakukan muslimah di Tiktok cenderung negatif namun justru video tersebut ditonton, dinikmati dan menjadi viral.

 

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2024-06-19
How to Cite
Khafsoh, N., & Warman, A. (2024). Hiperrealitas Muslimah dan Obyektifikasi Tubuh Perempuan. NOURA: Jurnal Kajian Gender Dan Anak, 8(1), 71-85. https://doi.org/10.32923/nou.v8i1.3901