Strategi Widyaiswara Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator
Abstract
Pegawai Negeri Sipil berhak untuk mengembangkan kompetensi dirinya sebagaimana disebutkan pada pasal 4 Peraturan Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2018 Tentang Pengembangan Kompetensi Pegawai Negeri Sipil yang berbunyi : Pengembangan kompetensi PNS yang selanjutnya disebut Pengembangan kompetensi adalah upaya untuk pemenuhan kebutuhan kompetensi PNS dengan standar kompetensi jabatan dan rencana pengembangan karier. Kompetensi tersebut adalah kompetensi teknis, kompetensi manajerial dan kompetensi sosial kultural. Salah satu bentuk pengembangan kompetensi PNS adalah melalui jalur pelatihan. Jalur pelatihan tersebut adalah pelatihan struktural kepemimpinan, pelatihan manajerial, pelatihan teknis, pelatihan fungsional dan pelatihan sosial kultural.
Salah satu bagian dari pelatihan struktural kepemimpinan adalah Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA). Melalui Pelatihan Kepemimpinan Administrator diharapkan mempunyai kompetensi manajerial jabatan administrator dan kompetensi pemerintahan. Untuk tercapainya tujuan Pelatihan Kepemimpinan Administrator maka dilaksanakan kegiatan pembelajaran. Kegiatan pembelajaran terjadi antara pengajar dalam ini adalah widyaiswara dan dengan penerima materi pembelajaran atau dalam hal ini disebut dengan peserta pelatihan.
Dalam kegiatan pembelajaran, widyaiswara menyampaikan materi mata pelatihan yang diampuhnya. Tujuan pembelajaran materi pelatihan adalah untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan pengembangan sikap peserta. Akan tetapi tujuan pembelajaran ada kalanya tidak tercapai sebagaimana yang diharapkan. Tidak tercapainya tujuan pembelajaran tersebut karena adanya faktor yang mempengaruhi tercapainya tujuan pembelajaran. Faktor yang mempengaruhi tercapainya tujuan tersebut terdiri dari dua macam yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal terdiri dari faktor fisiologis (faktor yang berhubungan dengan fisik idividu) dan faktor psikologis (intelegensi/kecerdasan, motivasi, sikap dan bakat) sedangkan faktor eksternal adalah faktor yang mempengaruhi keberhasilan pembelajaran yang berasal dari dari luar individu peserta pelatihan. Faktor ekternal dapat digolongakan menjadi faktor lingkungan sosial dan dan faktor lingkungan non sosial.
Salah satu faktor yang mempengaruhi tercapainya tujuan pembelajaran adalah kurangnya motivasi belajar peserta pelatihan. Untuk itulah perlunya strategi widyaiswara untuk meningkatkan motivasi belajar peserta pelatihan.