Penerapan Konseling Realita bagi Siswa Underachiever di SMK Muhammadiyah 1 Prambanan
Abstract
Tulisan ini bertujuan untuk membahas tentang penerapan konseling realita bagi siswa underachiver, yang mencakup konsep tentang konseling realita, konsep underachiever dan upaya penerapan konseling realita bagi siswa underachiever. Metode yang digunakan adalah field research atau penelitian lapangan dimana peneliti melakukan studi observasi, yang dilakukan tidak hanya melalui kajian teori tetapi juga melakukan penelitian di lokasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan konseling realita bagi siswa underachiever melalui; Pertama, be friend dengan menunjukkan keterlibatan pada peserta didik. Kedua, dengan fokus pada perilaku saat ini. Ketiga, Doing dengan menanyakan apa yang akan dilakukan peseta didik. Keempat, dengan mengevaluasi atau menilai diri sendiri. Kelima, merencanakan uapaya yang penuh tanggungjawab. Keenam, menentukan komitmen. Ketujuh, Tidak menerima alasan atau permintaan maaf. Dan Kedelapan, Tindak lanjut.
Downloads
Copyright (c) 2021 Muhammad Sholeh Marsudi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work