Peran Guru Agama Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Pendidikan Multikultural di SMP Setia Budi Sungailiat
Abstract
Salah satu faktor kegagalan pendidikan agama di sekolah umum adalah kurangnya kesadaran penanaman nilai-nilai pendidikan multikultural dalam proses pembelajaran Agama di sekolah. Sehingga antara pesrta didik yang berbeda tersebut kurang menerima perbedaan yang ada, seperti hal nya yang ada SMP Setia Budi Sungailiat terlihat didalamnya terdapat keberagaman yang heterogen. Maka peran guru Agama dalam hal ini sangatlah penting diterapkan. Dengan adanya pemahaman tentang nilai pendidikan multikultural, sekolah menjadi lahan untuk menghapus prasangka, dan sekaligus untuk membangun karakter siswa agar mampu bersikap demokratis, humanis dan pluralis dalam membangun harmoni sosial di antara keragaman etnik, ras, agama dan budaya yang ada di sekolah.
Dalam penelitian ini metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi yaitu sebuah study yang melihat gejala atau hal-hal apa saja yang tampak. Sumber data yang diperlukan dalam penelitian ini yaitu kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam dan 2 orang peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan analisis data menggunakan tahap proses reduksi, kemudian penyajian data, dan pengambilan kesimpulan atau verifikasi data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Proses pengimplementasian nilai-nilai pendidikan multikultural di SMP setia Budi Sungailiat dilaksanakan di dalam lingkup formal (kelas atau sekolah) seperti kegiatan pembiasaan mingguan, ekstrakulikuler, maupun pada kegiatan peringatan hari besar nasional dan keagamaan. Semua kegiatan yang dilakukan sudah berlangung demokratis, pluralis dan humanis tanpa diskriminatif. (2) Peran guru Agama dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan multikultural di SMP Setia Budi Sungailiat sudah diterapkan cukup baik dengan membangun sikap anti diskriminatif pada perbedaan Agama, bahasa, gender, sosial, etnis, kemampuan dan perbedaan usia yang ada di sekolah