Pembiasaan Shalat Dhuha Terhadap Sikap Spiritual Siswa di Pondok Pesantren MTS Plus Bahrul Ulum Islamic Centre Sungailiat Bangka
Abstract
Permasalahan ini diambil karena dilatarbelakangi oleh pendidikan yang saat ini banyak mendapat kritikan karena hanya mampu mencerdaskan peserta didik secara akal, namun kosong akan ruh. Disinilah pentingnya pemahaman tentang spiritual, yang mana jika seorang manusia paham akan pemahaman tentang kecerdasan spiritual yang sifatnya langsung aplikatif dengan tujuan untuk mengembangkan sikap spiritual peserta didik, maka ia akan dapat menyeimbangkan antara urusan duniawi dengan urusan akhirat. Sosok seorang guru sangat berperan penting dalam mengembangkan sikap spiritual anak, yang mana guru dapat menjadi contoh/teladan yang baik bagi peserta didik. Dari apa yang dilakukan oleh para guru di Pondok Pesantren MTs Plus Bahrul Ulum Islamic Centre Sungailiat setidaknya sudah menggambarkan hal tersebut.
Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dengan
jenis penelitian lapangan, yaitu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Pengumpulan data utamanya dilakukan dengan wawancara secara terstruktur, dan diperkuat dengan pengamatan partisipatif pasif, serta studi dokumentasi dengan menelaah buku-buku dan menelusuri dokumen-dokumen atau arsip sekolah yang relevan dengan masalah yang diteliti, selanjutnya data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Adapun yang menjadi subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, guru dan siswa.
Hasil penelitian menunjukkan, bahwa (1) Hasil pelaksanaan pembiasaan shalat dhuha
dalam mengembangkan sikap spiritual siswa di Pondok Pesantren MTs Plus Bahrul Ulum Islamic Centre Sungailiat berjalan dengan lancar. Hal ini ditandai dengan pelaksanaannya sampai sekarang masih terus dilakukan. Kemudian pembiasaan shalat dhuha dalam mengembangkan sikap spiritual siswa dapat dikatakan cukup baik, hal ini ditandai dengan perubahan perilaku positif, perkembangan itu dapat dilihat: pertama, siswa yang mengikuti pembiasaan shalat dhuha bisa memanfaatkan waktu di pagi hari dengan produktif. (2) Tingkah lakunya mengarah pada hal yang baik sesuai dengan ajaran Islam, yaitu ikhlas, sabar, syukur, dan tawakkal. Dan guru pun berupaya keras agar siswa yang mereka didik bisa mencerminkan sikap spiritual tersebut.