Pembiasaan Shalat Dhuha Terhadap Sikap Spiritual Siswa di Pondok Pesantren MTS Plus Bahrul Ulum Islamic Centre Sungailiat Bangka

  • Dewi Hani Mukarromah IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung
Keywords: Pembiasaan, Shalat Dhuha, Sikap Spiritual

Abstract

Permasalahan  ini  diambil  karena  dilatarbelakangi  oleh  pendidikan  yang  saat  ini banyak  mendapat  kritikan karena hanya mampu  mencerdaskan peserta didik secara akal, namun kosong akan ruh. Disinilah pentingnya pemahaman tentang spiritual, yang mana jika seorang  manusia  paham  akan  pemahaman  tentang  kecerdasan  spiritual  yang  sifatnya langsung aplikatif dengan tujuan untuk mengembangkan sikap spiritual peserta didik, maka ia akan dapat menyeimbangkan antara urusan duniawi dengan urusan akhirat. Sosok seorang guru sangat berperan penting dalam mengembangkan sikap spiritual anak, yang mana guru dapat menjadi contoh/teladan yang baik bagi peserta didik. Dari apa yang dilakukan oleh para guru di Pondok Pesantren MTs Plus Bahrul Ulum Islamic Centre Sungailiat setidaknya sudah menggambarkan hal tersebut.

Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dengan

jenis penelitian lapangan, yaitu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Pengumpulan data utamanya dilakukan dengan wawancara secara terstruktur, dan diperkuat dengan pengamatan partisipatif pasif, serta studi dokumentasi dengan menelaah buku-buku dan menelusuri dokumen-dokumen atau arsip sekolah yang relevan dengan masalah yang diteliti, selanjutnya data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Adapun yang menjadi subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, guru dan siswa.

Hasil penelitian menunjukkan, bahwa (1) Hasil pelaksanaan pembiasaan shalat dhuha

dalam mengembangkan sikap spiritual siswa di Pondok Pesantren MTs Plus Bahrul Ulum Islamic Centre Sungailiat berjalan dengan lancar. Hal ini ditandai dengan pelaksanaannya sampai sekarang masih terus dilakukan. Kemudian pembiasaan shalat dhuha dalam mengembangkan sikap spiritual siswa dapat dikatakan cukup baik, hal ini ditandai dengan perubahan perilaku positif, perkembangan itu dapat dilihat: pertama, siswa yang mengikuti pembiasaan  shalat  dhuha  bisa  memanfaatkan  waktu  di  pagi  hari  dengan  produktif.  (2) Tingkah lakunya mengarah pada hal yang baik sesuai dengan ajaran Islam, yaitu ikhlas, sabar, syukur, dan tawakkal. Dan guru pun berupaya keras agar siswa yang mereka didik bisa mencerminkan sikap spiritual tersebut.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2021-02-22
How to Cite
Mukarromah, D. (2021). Pembiasaan Shalat Dhuha Terhadap Sikap Spiritual Siswa di Pondok Pesantren MTS Plus Bahrul Ulum Islamic Centre Sungailiat Bangka. LENTERNAL: Learning and Teaching Journal, 2(1), 14-25. https://doi.org/10.32923/lenternal.v2i1.2130