TANTANGAN DAN PELUANG DAKWAH ISLAM DI ERA DIGITAL
Abstract
Perkembangan media sosial telah mengubah cara orang berinteraksi, mencari informasi dan berkomunikasi secara drastis. Dakwah Islam telah mengalami transformasi dalam berbagai aspek kehidupan. Salah satu tantangan utama yang dihadapi dakwah Islam adanya informasi yang mudah tersebar. Namun juga membuka banyak peluang bagi dakwah Islam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tantangan dan peluang dakwah Islam di era digital. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kepustakaan (library research), mencari sumber yang relevan sesuai dengan topik pembahasan seperti buku, artikel, jurnal dan dokumentasi lainnya. Dalam konteks tantangan dan peluang ini, penting bagi para da'i dan komunitas Muslim untuk mengembangkan literasi digital yang kuat dan mempromosikan pesan-pesan yang sejalan dengan nilai-nilai Islam. Mereka juga perlu aktif terlibat dalam dialog antaragama dan mengedepankan pemahaman, toleransi, dan rekonsiliasi. Dakwah Islam di era digital memerlukan adaptasi dan pemahaman mendalam terhadap perubahan teknologi dan budaya, sehingga pesan Islam dapat terus disebarkan dengan efektif sambil menjaga integritasnya.
Downloads
Copyright Notice
Komunikasia: Journal of Islamic Broadcasting and Communication is under the Creative Commons Attribution 4.0 International (CC-BY 4.0) License, according to which:
1) Authors retain copyright and grant the journal the right to first publication, with the work simultaneously licensed under the Creative Commons Attribution (CC-BY 4.0) that allows the sharing of articles published with the acknowledgment of authorship and the initial publication in this journal.
2) The authors are authorized to make additional contracts separately for distribution of the version of the work published in this journal (for example, publication in an institutional repository or as a chapter of the book), as long as there is recognition of authorship and initial publication in this journal.
3) Authors are authorized and encouraged to publish and distribute their work online (for example, in institutional repositories or on their personal pages) at any time before or during the editorial process, as it increases the impact and reference of the published work.