Epistemologi Tasawuf sebagai Nilai Utama Pembinaan Akhlak
Abstract
Masyarakat Indonesia acap kali dinilai kurang kepedulian terhadap dunia sufisme(tasawuf) sebagai medium pembinaan moral, namun pandangan tersebut tidak didukung dengan data yang akurat. Sebab tasawuf ada sejak lama klasik hingga zaman modern ditandai dengan munculnya tokoh pemikir Hamka yang menggandrungi tasawuf-tasawuf secara modern meskipun tidak mengkhususkan kajiannya pada praktek ketarekatan. Tasawuf dari masa ke masa dapat menjadi “fundamental aktualitas” hingga menjadi dasar pembentukan moral sebagai akhlak mulia bagi pribadi-pribadi insani secara individu, sosial dan bahkan turut andil menjadi corak Islam di tanah air.