Efektivitas Bimbingan dan Konseling Islam untuk Meningkatkan Penerimaan Diri pada Penyandang Tunanetra
Abstract
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Bimbingan dan Konseling Islam dalam meningkatkan Penerimaan Diri pada penyandang tunanetra pada mahasiswa difabel Pusat Layanan Difabel UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Hipotesis dalam penelitian ini adalah Bimbingan Konseling Islami efektif dalam meningkatkan Penerimaan Diri pada penyandang tunanetra. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah lima orang mahasiswa-mahasiswi penyandang tunanetra yang dinaungi oleh Pusat Layanan Difabel Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Desain eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Quasi-Experimental design. Alat pengumpulan data menggunakan skala Penerimaan Diri yang mengacu pada aspek penerimaan diri yang dikemukakan oleh Sheerer. Analisis data menggunakan wilcoxon signed rank test dengan program SPSS 16.00 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest Penerimaan Diri penyandang tunanetra. Berdasarkan hasil perhitungan statistik ini berarti Bimbingan dan Konseling Islam efektif untuk meningkatkan Penerimaan Diri pada penyandang tunanetra. Dengan demikian hipotesis yang diajukan peneliti dalam penelitian ini diterima atau terbukti. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin efektif proses Bimbingan dan Konseling Islam, maka akan semakin meningkatkan Penerimaan Diri pada penyandang tunanetra. Begitu juga sebaliknya, semakin tidak efektif proses Bimbingan dan Konseling Islam yang diberikan, maka tidak akan efektif untuk meningkatkan Penerimaan Diri pada penyandang tunanetra.
ABSTRACT
This study aims to determine the effectiveness of Islamic Guidance and Counseling in increasing Self-Acceptance of visually impaired students with disabilities at UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Disability Service Center. The hypothesis in this study is that Islamic Counseling Guidance is effective in increasing Self-Acceptance of visually impaired students. The subjects in this study were five students with visual impairment who were shaded by the Disability Service Center of UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. The experimental design used in this study was Quasi-Experimental design. Data collection tool used was a scale of Self-Acceptance that refers to aspects of self-acceptance proposed by Sheerer. The data was analysed by using Wilcoxon signed rank test with SPSS 16.00 for Windows. The results showed that there was a significant difference between the pretest and posttest of Self-Acceptance of the visually impaired students. The results of this statistical calculation suggested that Islamic Guidance and Counseling was effective in increasing Self-Acceptance of the visually impaired students. Thus the hypothesis proposed by researchers in this study was accepted. This indicates that the more effective the Islamic Guidance and Counseling process is, the more self-acceptance will be for the visually impaired students. And vice versa, the more ineffective the process of Islamic Guidance and Counseling is given, the less effective it will be to increase self-acceptance of the visually impaired students.