Tren hijrah dan Isu Radikalisme Dalam Meningkatkan Kualitas Masyarakat Islam

  • Musa Musa IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Abstract

The trend of appearance changes experienced by some Muslims in Indonesia is called the hijrah. The term hijrah itself actually has the meaning of moving. The move in question is the transfer of the Prophet Muhammad sallallaahu ‘alayhi wa sallam from Mecca to Medina because of the threat from the Quraysh tribe who opposed the Prophet's preaching calling for monotheism. But now the term hijrah is pinned to the movement of a person's change from being initially bad to getting better. For now, hijrah has a different form, which is identical to repent and look like using the robe, veil, for men to grow beards and so on. In this era, the trend of migration can easily be found in various circles of millennial. There are various factors that influence their hijrah actions, including being invited by friends, breaking up love, experiencing sad events, being aware of death and so on. This hijrah trend utilizes social media as a means of da'wah, friendship between Muslims and disseminating advisory posts. The issue of radicalism that arises which is pinned to those who emigrate is not true because emigration is an attempt by someone to get closer to the almighty Allah. Even if there is radicalism, it is the work of irresponsible people who act on behalf of certain parties.

 

Abstrak

 Tren perubahan penampilan yang dialami oleh sebagian umat Islam di Indonesia disebut dengan hijrah. Istilah hijrah sendiri sebenarnya memiliki arti bergerak. Langkah yang dimaksud adalah pemindahan Nabi Muhammad sallallaahu ‘alayhi wa sallam dari Mekah ke Madinah karena ancaman dari suku Quraish yang menentang dakwah Nabi yang menyerukan monoteisme. Tapi sekarang istilah hijrah disematkan pada pergerakan perubahan seseorang dari semula buruk menjadi lebih baik. Untuk saat ini, hijrah memiliki bentuk yang berbeda, yang identik dengan bertobat dan terlihat seperti menggunakan jubah, kerudung, bagi pria untuk menumbuhkan janggut dan sebagainya. Di era ini, tren migrasi dapat dengan mudah ditemukan di berbagai kalangan milenial. Ada berbagai faktor yang memengaruhi tindakan hijrah mereka, termasuk diundang oleh teman-teman, putus cinta, mengalami peristiwa menyedihkan, menyadari kematian dan sebagainya. Tren hijrah ini memanfaatkan media sosial sebagai sarana dakwah, pertemanan antara Muslim dan penyebaran pos-pos penasehat. Masalah radikalisme yang muncul yang disematkan kepada mereka yang beremigrasi tidak benar karena emigrasi adalah upaya seseorang untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sekalipun ada radikalisme, itu adalah pekerjaan orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang bertindak atas nama pihak-pihak tertentu.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ratri, Lintang. 2011. Cadar, Media, dan Identitas Perempuan Muslim. Vol 39,

No 2 (2011). (Diakses 12 Maret 2018, 20.06 WIB)

Abdullah, M. Amin. Studi Agama: Normativitas atau Historisitas, Cet. V;

Jakarta: Pustaka Pelajar, 2011.

Abegebriel, A. Maftuh., dkk., Negara Tuhan: The Tematic Encylopaedia, Cet. I;

Yogyakarta: SR-Ins Publishing, 2004.

Al-Faruqi, Ismail Raji., dan Lois Lamya al-Faruqi, The Cultural Atlas of Islam,

New York: Macmillan Publishing Company, 1986.

Al-Mahmad, Ali Abd. Halim. Al-Da’wah al-Islamiyah Da’wah ‘Alamiyah, Kairo:

Majlis al-A’la li Syu’un al-Islamiyah, 1969.

Al-Qardhawi, Yusuf., dalam Irfan M. Hakim dkk., Jihad Menurut al-Qur’an dan

Sunnah, Bandung: Mizan, 2010.

Amin, M. Masyhur. Dakwah Islam Dan Pesan Moral, Jakarta: Al-Amin Press,

Arfina, Eka Yani. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia Dilengkapi Dengan EYD

dan Singkatan Umum, Surabaya : Tiga Dua. t.th.

Aripudin, Acep. Sosiologi Dakwah, Bandung: Rosda Karya, 2013.

Azra, Azy Zumardi. Fenomena Fundamentalisme Dalam Islam; Survei Historis

dan Doktrinal: Jurnal Ulumul Qur’an, Jakarta: No. 3 Vol. IV; t.p,

Bachtiar Effendi & Hendro Prasetyo, Radikalisme Agama, Jakarta: PPIM IAIN

Jakarta, 1998. Basit, Abdul. Wacana Dakwah Kontemporer,

Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2006.

Luthfi, Mustafa. Melenyapkan Hantu Terorisme: Dari Dakwah Kontemporer,

Jakarta Timur: Pustaka Al-Kautsar, 2008.

M. Echols, Jhon. dan Hasan Shadiliy, Kamus Bahasa Inggris Indonesia, Cet. VII;

Jakarta: PT. Gramedia, 1979.

M. Noor, Hasan. Islam, Terorisme dan Agenda Global, Perta : Vol. V; No.

/2002. Muthahhari, Murthadha. Falsafah Pergerakan Islam,

Cet.III; Jakarta: Mizan, 1993. Nasution, Harun. Islam Rasional;

Gagasan dan Pemikiran, Cet. VI; Jakarta Mizan, 2000.

Pranata, Rudi. An Indonesianist’s View of Islamic Radicalism, Jakarta: Koran

Tempo, Pebruari, 2005. Rahman, Fazlur. Gelombang Perubahan

Dalam Islam: Studi Tentang Fundamentalisme Islam, Jakarta:

Rajawali Press, 2000.

Simuh dkk., Islam dan Hegemoni Sosial, Cet. II; Jakarta: Media Citra, 2002.

Taher, Tarmizi. dkk., Radikalisme Agama, Jakarta: PPIM IAIN, t.th.

Turmudi, Endang., (ed.), Islam dan Radikalisme di Indonesia, Jakarta: LIPI

Press, 2005.

W. Arnold, Thomas. The Preaching of Islam, A History of The Propagation of

The Muslim Faith, Cet. II; Delhi: Low Price Publications, 1995.

Murthadha Muthahhari, Falsafah Pergerakan Islam, cet. III: Jakarta: Mizan,

Tarmizi Taher, dkk., Radikalisme Agama, Jakarta: PPIM IAIN Jakarta, 1998

Published
2019-12-05
How to Cite
Musa, M. (2019). Tren hijrah dan Isu Radikalisme Dalam Meningkatkan Kualitas Masyarakat Islam. Jurnal Sustainable, 2(2), 245 - 264. https://doi.org/10.32923/kjmp.v2i2.991
Section
Articles