Peran Kepala Sekolah Dalam Mengembangkan Kultur Sekolah di SD Negeri 5 Mendo Barat
Abstrak
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) peran kepala sekolah dalam mengembangkan kultur sekolah, (2) faktor pendukung dan penghambat kepala sekolah dalam mengembangkan kultur sekolah. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif.Subjek penelitian adalah kepala sekolah, guru, dan siswa.Untuk teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi dengan informasi penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru, dan peserta didik SD Negeri 5 Mendo Barat. Data diperoleh dengan cara pengamatan dan wawancara selama sepuluh hari. Hasil penelitian adalah sebagai berikut : (1) peran kepala sekolah dalam mengembangkan kultur sekolah, yaitu sebagai kepemimpinan, sebagai inovator, sebagai motivator dan sebagai manejer, (2) faktor pendukung dan penghambat kepala sekolah dalam mengembangkan kultur sekolah, (3) kultur sekolah SD Negeri 5 Mendo barat sangat beragam, dalam pelaksanaannya dibutuhkan kesadaran dan pembiasaan setiap hari baik didalam kelas maupun diluar kelas, (4) upaya bersama guru dalam mengembangkan kultur sekolah yang lebih baik, (5) karakteristik kultur sekolah yang dibangun oleh kepala sekolah di SD Negeri 5 Mendo barat.
##plugins.generic.usageStats.downloads##
Referensi
Asmani, J. (2014). 7 Tips Aplikasi PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan). Jogjakarta: Diva Press.
Daryanto, & Karim, S. (2017). Pembelajaran abad 21. Gaya Media.
Di, S., Negeri, S. D., Tasikmadu, P., & Tahun, K. (2016). Kepemimpinan kepala sekolah dalam mewujudkan kultur sekolah di sd negeri 1 papahan tasikmadu karanganyar tahun 2015/2016 publikasi ilmiah.
Diani, M. N., & Farida Hanum. (2017). Kultur Sekolah Dalam Mengembangkan Good School (Sekolah Efektif) di SMA Negeri 3 Yogyakarta. Jurnal Pendidikan Sosiologi, 1(1), 1–13.
E. Mulyasa. (2013). uji kompetensi dan penilaian kinerja guru. In uji kompetensi dan penilaian kinerja guru.
Fatimaningrum, A. S. (2012). Manajemen Kurikulum Pendidikan Dasar. DIseminasi Shortcourse Bermutu DIKTI.
Husaini, U. (2013). Manajemen teori, praktik dan riset pendidikan. In PT. Remaja Rosdakarya.
Ilmasari, F., & Alhadi, S. (2019). PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENGEMBANGKAN KULTUR SEKOLAH DI SD MUHAMMADIYAH. 2(1), 19–27.
Koesmono, T. (2003). Peranan Kepemimpinan Dan Budaya Organisasi. Ekuitas, 10(49), 335–348.
LAZWARDI, D. (2017). Manajemen Kurikulum Sebagai Pengembangan Tujuan Pendidikan. Kependidikan Islam.
Mulyadin, M. (2016). Jurnal pendidikan edutama. Jurnal Pendidikan Edutama, 3(2), 31–48. http://ejurnal.ikippgribojonegoro.ac.id/index.php/JPE/article/view/35/35
Muthmainnah, S. N. (2018). Gaya Mengajar Guru Pemula Dan Guru Profesional Dalam Pembelajaran Matematika Smp Di Klaten Teaching Styles of Novice Teachers and Professional Teachers of Mathematics in Junior Secondary School in Klaten. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 3 (2), 202–216.
Ningsih, T., Zamroni, Z., & Zuchdi, D. (2016). Implementasi Pendidikan Karakter Di Smp Negeri 8 Dan Smp Negeri 9 Purwokerto. Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi Dan Aplikasi, 3(2), 225–236. https://doi.org/10.21831/jppfa.v3i2.9811
Siswanto, S. (2013). Pengembangan Model Evaluasi Kultur Sma. Jurnal Penelitian Dan Evaluasi Pendidikan, 17(1), 88–107. https://doi.org/10.21831/pep.v17i1.1363
Sutjipto, S. (2019). Perancangan Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan Sebagai Pranata Budaya Kerja. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 4(1), 102. https://doi.org/10.24832/jpnk.v4i1.1219
Zamroni. (2011). Bahasa dan sastra Indonesia sebagai wahana pendidikan karakter. In Pendidikan Karakter dalam Perspektif Teori dan Praktik.
##submission.copyrightStatement##
##submission.license.cc.by4.footer##