https://jurnal.lp2msasbabel.ac.id/index.php/maw/issue/feed MAWA'IZH: JURNAL DAKWAH DAN PENGEMBANGAN SOSIAL KEMANUSIAAN 2019-07-16T11:12:54+07:00 FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI ISLAM jurnalmawaizh@gmail.com Open Journal Systems <p>Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung, Indonesia</p> <p>Mawai'zh: Jurnal Dakwah dan Pengembangan Sosial Kemanusiaan, ISSN:&nbsp;<a href="http://u.lipi.go.id/1440210873 ">2252-3022</a> (cetak) dan&nbsp;<a href="http://u.lipi.go.id/1512552858">2614-5812</a> (elektronik) merupakan jurnal kajian ilmiah pemikiran konseptual maupun penelitian yang berkaitan dengan bidang dakwah dan pengembangan sosial kemanusiaan. Jurnal ini memiliki program yang bertujuan mengembangkan kajian ilmiah yang bercorak interdisipliner, termasuk interseksi antara studi agama dan ilmu-ilmu sosial humaniora. Mawai'zh ini terbit 2 (dua) edisi dalam setahun.&nbsp;</p> https://jurnal.lp2msasbabel.ac.id/index.php/maw/article/view/716 Konsep Kepribadian Al-Ghozali Untuk Mencapai Hasil Konseling yang Maksimal 2019-07-01T15:10:20+07:00 Nurviyanti Cholid vivihafizh@gmail.com <p>Konseling merupakan proses bantuan berkesinambungan yang diberikan oleh konselor kepada konseli untuk memecahkan permasalah psikis atau kejiwaan konseli dengan memperhatikan landasan dan asas konseling. Di dalam melakukan proses konseling seorang konselor perlu memahami dulu teori kepribadian dari berbagai tokoh yang mengupas tentang teori kepribadian seperti al-Ghazali agar hasil yang didapat dari proses konseling dapat tercapai dengan maksimal. Dalam tulisan ini penulis mengurai kan tentang konsep kepribadian al-Ghazali sebagai bahan pertimbangan konselor dalam memahami kepribadian individu untuk mempermudah proses konseling.&nbsp; Konsep kepribadian menurut pemikiran al-Ghazali seperti; hakekat manusia, dorongan dan emosi, struktur jiwa, tipologi kualitas insani, dan metode Perbaikan Akhlak (Konseling). Dari keseluruhan konsep kepribadian al-Ghazali tersebut, yang menjadi perhatian penuh oleh seorang konselor agar hasil konseling maksimal adalah dalam pengaplikasian metode perbaikan akhlak seperti metode taat syariat, metode pengembangan diri dan metode kesufian.</p> 2019-07-01T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.lp2msasbabel.ac.id/index.php/maw/article/view/702 Peran Public Relations dalam Mempertahankan Reputasi Lembaga Penyiaran Sebagai Media Dakwah 2019-06-25T15:26:43+07:00 Kartika Sari ti_3k@yahoo.com <p>Hadirnya lembaga penyiaran dakwah ditengah masyarakat tidaklah hanya berperan sebatas memberikan informasi saja tentang nilai-nilai Islam yang dikemas dengan beragam program acara, namun harapan yang ada adalah bagaimana kehadiran lembaga penyiaran dakwah dapat berimplikasi kepada refleksi perilaku umat muslim yang berperilaku Islami sesuai dengan ajaran Al qur’an dan Hadits. Pihak pengelola lembaga penyiaran harus meyakinkan posisi penting kehadiran mereka di tengah masyarakat (audiensi), yakni dengan memberikan program-program acara yang berkualitas. Tidak sampai di situ saja, hubungan yang baik dengan khalayak dari sebuah lembaga penyiaran pun harus dibina. Hal ini tidak lain agar eksistensi lembaga sebagai media penyampai pesan dakwah tetap didukung keberadaannya agar tetap bertahan di tengah maraknya persaingan. Hubungan ini dapat dibina dengan menjalin komunikasi yang efektif antara lembaga penyiaran dengan khalayak (publik) untuk menghasilkan good image, good will, mutual uderstanding, mutual appreciation, dan tolerance yang dijembatani dengan kehadiran Public Relations (PR)/Humas selaku corong informasi sebuah organisasi penyiaran. Berangkat dari hal tersebut, tulisan ini mengangkat tentang peran Public Relations dalam mempertahankan reputasi lembaga penyiaran sebagai media dakwah.</p> 2019-06-25T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.lp2msasbabel.ac.id/index.php/maw/article/view/771 Pandangan Anggota Organisasi Dakwah di Kota Pangkalpinang mengenai Relasi antara Dakwah dan Demonstrasi 2019-07-16T09:28:48+07:00 Basri Basri basri@yahoo.com <p><em>Tulisan ini</em><em> difokuskan untuk menjelaskan&nbsp; relasi antara nilai dan </em><em>aktifitas </em><em>dakwah dengan kecenderungan demonstrasi sebagai instrumen dalam berdakwah. Adapun permasalahan utama kajian </em><em>dalam tulisan </em><em>ini pada dasarnya mengacu pada beberapa permasalahan terkait adanya perubahan paradigma dalam penyampaian pesan-pesan agama (dakwah) serta ’asumsi’ memudarnya rasa kepercayaan kepada sistem hukum dan toleransi atas </em><em>keragaman dan </em><em>keberagaman. Kecenderungan dalam bentuk krisis kepercayaan ini dipahami sebagai salah satu potensi masalah yang mengancam keharmonisan hubungan antar umat beragama dan negara.</em> <em>Selanjutnya, dalam konteks perubahan sosial, demonstrasi bermuara dari gejolak sosial yang acapkali berpangkal dari rasa ketidakpuasan sekelompok orang</em><em> terhadap isu dan persoalan tertentu</em><em>. Pada tingkatan yang lebih luas dan tinggi, ketidakpuasan ini dapat menyulut protes tidak hanya oleh sekelompok orang dari identitas dan afiliasi yang sama tetapi juga mungkin didukung oleh kelompok berbeda selama isu pemicunya dirasakan sama oleh kelompok-kelompok tersebut. Sejarah dinamika sosial dan peradaban </em><em>masyarakat dan bangsa</em><em> banyak ditandai dengan demonstrasi masi</em><em>f</em><em> yang menggerakkan </em><em>perubahan.</em></p> 2018-12-02T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.lp2msasbabel.ac.id/index.php/maw/article/view/772 Konseling Gestalt Berbasis Islam dalam Upaya Meningkatkan Kemampuan Regulasi Diri Santri di Pondok Pesantren Al-Falaah Pandak Bantul Yogyakarta 2019-07-16T09:33:42+07:00 Nurviyanti Cholid vivihafizh@gmail.com <p>This research was motivated by there is an opportunity for the use of Islamic scholarship concepts that serve as material in Islamic guidance and counseling services to improve self-regulation of santri. the final result proposed in this study is guidance and counseling Gestalt-based Islam can improve self-regulation of santri. The purpose of this study is to determine the role of guidance and counseling Gestalt-based Islam to improve the regulation of boarding school boarding school Al-Falaah Pandak Bantul Yogyakarta. This type of research is qualitative descriptive research. The population of this study is all students aged 13-14 years. The sample in this research is determined by random assignment technique from a population. The sample in this research is determined by random assignment technique from the population. The total number of samples in this study were 24 santri given intervention in the form of guidance and counseling Gestalt Islam based Data collected by questionnaire, observation, and interview. Gestalt counseling on the basis of Islam is quite effective in improving the self-regulating ability of the students at the boarding school Al-Falaah Pandak Bantul Yogyakarta. Therefore, the findings of the research results can be used as a reference in developing Islamic counseling and counseling to develop the potential of an individual.</p> 2018-12-02T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.lp2msasbabel.ac.id/index.php/maw/article/view/773 Pentingnya Penggunaan Bahasa Inggris dalam Komunikasi Dakwah pada Era Global 2019-07-16T09:39:58+07:00 Juriana Juriana juriana8390@yahoo.com <p><em>English is a global language that very important in multidiscipline aspects since it was decided to be international language, include used in da’wah communication. Da’wah communication is communication that done between communicator (da’i) dan communicant (mad’u) to give information and massege having sources of Al-Quran and hadith in other to being called of communicant’s heart to Islamic religion to learn, think, and do in daily activities of life. The important of using English in da’wah communication on the global era are: 1) English can make da’wah communication be easy to give the message to the native speaker audience (mad’u), 2) English as mediator language in solving problem like inter-religious conflict, 3) English can be the foundation for a country to compete other countries, and 4) English as important role holder to spread of understanding about Islam religion.</em></p> 2018-12-02T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.lp2msasbabel.ac.id/index.php/maw/article/view/774 Implementasi Nilai-Nilai Dakwah Ekologis dalam Program Pengembangan Kampung Wisata Matras Kelurahan Sinar Baru Kabupaten Bangka 2019-07-16T09:50:45+07:00 Ichsan Habibi ichsanhabibi@gmail.com <p><em>Positive contributions and trends in the tourism sector on Bangka Island, especially in the Matras Tourism Village, need to receive appreciation and support from all stakeholders through the management of environmentally friendly and sustainable tourist objects / attractions. To realize this mission, it is necessary to do ecological propaganda (religious values ​​originating from the Qur'an and Hadith) that are in accordance with the sociocultural characteristics of society. This issue is the subject of discussion in this study, especially regarding the values ​​of ecological preaching implemented in the development program of the Mattress Tourism Village. For this reason, a descriptive-qualitative study was conducted by collecting purposive-snowball data from the sample. Furthermore, the collected data was analyzed descriptively-qualitatively so that the values ​​of ecological preaching that had been implemented were identified and the form and process of implementation by the Matras Tourism Village community. The findings show that there are five types of ecological preaching values ​​that have been implemented, namely al-Is (justice), al-Tawazun (balance), al-Intifa 'wa laa al-Fasad (taking benefits without damage), ar-Riayah wa laa al -Israf (nurturing without exaggeration), and al-Tahdits wa al-Istikhlaf (renewal). Unfortunately, the value of al-Tahdits wa al-Istikhlaf is still not optimal due to the quality of science and technology. However, the local community has become more aware and intelligent about the importance of ecological preaching values ​​in the development of Mattress Tourism Village. In the future, besides needing to intensify and harmonize the role of ulama and Umara, it must also be carried out to increase the capacity of religious institutions, knowledge and appropriate technology for program implementers, and to involve community participation in planning, implementing and evaluating the Matras Tourism Village development program.</em></p> 2018-12-02T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.lp2msasbabel.ac.id/index.php/maw/article/view/775 Impelementasi Kebijakan Pemerintah dalam Mengoptimalkan Kinerja Pegawai Negeri Sipil untuk Meningkatkan Kualitas Pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional-Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan 2019-07-16T09:58:35+07:00 Aloi Kamarasyid Aloi_kamarasyid@yahoo.com <p><em>The program of government is ruled by an organization which is pointed out to perform as the first target. But there are not programs of government has not been maximumly ruled by the organization which is pointed. The program of guarantee of national health of the board of social guarantee at The Common Hospital of South Bangka Hospital, Regional Hospital of Pangkalpinang, Bhakti Timah Hospital Pangkalpinang hasn’t succeeded maximum. It is caused by the medical workers haven’t been suitable, the sum of doctors are not enough, the facilities haven’t been enough, a few of socialisations about the programs. It is needed the policy of the government to manage the programs so the service of heath can be touched for all people of South Bangka, Pangkalpinang according to the law of Republic of Indonesia number 24 in the year 2011, the regulation of minister of the heath of Republic of Indonesia number 28 in the year 2014. The policy of government is influenced by four of communication factors, human resource, disposition, and bureaucratic structure, whereas the work of civil government officers to give a service of guarantee of national health, the board of social guarantee at The Common Hospital of South Bangka, The Regional Hospital of Pangkalping, and The Bhakti Timah Hospital hasn’t been ability, motivation, and maximum chance. The utility of the writing to see the work of civil government officers in giving a service of national guarantee, the board of social guarantee.</em></p> 2018-12-02T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.lp2msasbabel.ac.id/index.php/maw/article/view/777 Peranan Da’i dalam Mengatasi Problem Dakwah Kontemporer 2019-07-16T11:04:07+07:00 Ikhsan Ghozali madsanli@yahoo.com <p><em>Globalisasi ibarat pisau bermata ganda. Di satu sisi, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat memberi dampak positif bagi perkembangan peradaban manusia. Namun di sisi yang lain, cepatnya perubahan sosial berimbas pada semakin memudarnya nilai-nilai ruhaniyah dan kemanusiaan. Yang muncul adalah kompetisi yang menguatkan gesekan antar-kepentingan --ekonomi, sosial, budaya, politik, agama-- dan mengentalkan rasa saling curiga dan kebencian terhadap orang atau kelompok lain. Akibatnya, terjadi berbagai konflik antarkelompok (SARA/Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan), seperti yang terjadi di beberapa wilayah, nasional dan internasional. Maraknya konflik bernuansa SARA ini merupakan problematika </em><em>dakwah Islamiyah yang </em><em>perlu menjadi perhatian serius, khususnya bagi para da’i. Untuk itu, para da’i harus mampu “membumikan” dan “mengaktualisasikan” kembali hakikat dan signifikansi dakwah, baik objek dan sasaran, metodologi, manajemen kelembagaan, maupun sumber daya manusia. Selanjutnya, sebagai agent of social change, para da’i mampu membawa perubahan sosial, kehidupan berbangsa dan beragama ke arah yang lebih baik (civil society) serta mewujudkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin.</em></p> 2018-12-02T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.lp2msasbabel.ac.id/index.php/maw/article/view/778 Pengunaan Bahasa Persuasi di Media Sosial dalam Berdakwah pada Akun Facebook ‘Yusuf Mansur (Official)’ 2019-07-16T11:08:52+07:00 Eva Harista harista.eva@gmail.com <p>Dari masa ke masa dakwah mengalami perkembangan yang signifikan, terutama dakwah di media sosial yang dimanfaatkan oleh para Ustaz/Ustazah di Indonesia. Hal ini dapat terlihat dari <em>jutawan</em> <em>follower </em>yang mengikuti dan merespon setiap <em>caption </em>yang diunggah. <em>Follower </em>tersebut tidak hanya berasal dari Indonesia, tetapi juga tersebar di seluruh penjuru dunia. Salah satu Ustaz yang terkenal di Indonesia yang memiliki jutaan <em>follower </em>dalam media sosial yaitu Ustaz Yusuf Mansur.</p> <p>Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Adapun data dalam penelitian ini, penulis ambil pada akun <em>Facebook ‘</em>Yusuf Mansur (Official)’ yaitu kiriman yang diunggah pada Bulan Desember 2017 sebanyak 18 <em>caption </em>atau unggahan. Penulis mengkaji bahasa persuasi yang digunakan dalam unggahan tersebut.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ustaz Yusuf Mansur menggunakan bahasa persuasi dalam setiap unggahannya. Ia mengajak para komunitasnya untuk melakukan kebaikan-kebaikan seperti yang diperintahkan Allah dan Rasul. Bahasa persuasi yang digunakan tidak selalu menggunakan bahasa Indonesia, tetapi juga bahasa daerah, sehingga terkesan santai dan sederhana, dan mudah dipahami. Bahasa persuasi yang digunakan bertujuan untuk mengajak, membujuk, menghimbau, menyarankan, menasihati, menawarkan, mempromosikan, menyindir, megingatkan, menginformasikan, dan meyakinkan para komunitasnya. Bahasa persuasi dakwah Ustaz Yusuf Mansur dapat mengubah cara berpikir, dapat memberikan manfaat, dapat menyejukkan hati, dapat memberikan pengaruh yang besar bagi kehidupan, dapat mengajak kepada kebaikan, dan memberikan perubahan bagi komunitasnya.</p> 2018-12-02T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.lp2msasbabel.ac.id/index.php/maw/article/view/779 Dakwah melalui Konseling Islam bagi Masyarakat Desa Simpang Yul 2019-07-16T11:12:54+07:00 Bohhori Bohhori bohhori89@gmail.com <p>Simpang Yul merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Tempilang Kabupaten Bangka Barat, yang masyarakatnya 100% beragama Islam. Agama Islam yang di anut merupakan agama turunan dari nenek moyang pendahulu di Desa tersebut. Namun, keberagamaan masyarakatnya mengalami berbagai problem baik pada individu atau kelompok pemeluk agama. Ajaran Islam yang disampaikan oleh para da’i dirasa belum bisa menjadi penyelamat serta belum mampu menyelsaikan problematika yang terjadi. Dikarenakan, dakwah yang dilakukan pada masyarakat desa Simpang Yul hanya memfokuskan pada penyampaian materi atau isi pesan-pesan dakwah, tanpa memahami kondisi individu atau kelompok yang akan menerima isi pesan-pesan dakwah dan pola yang digunakan sangat minimalis. Berdasarkan hal itu, konseling Islam dilakukan pada masyarakat sebagai salah satu alternatif dalam berdakwah bagi masyarakatnya. Adapun konseling yang dilakukan dengan cara melakukan identifikasi masalah, untuk mengungkapkan latarbelakang problem yang terjadi kemudian berdasarkan identifikasi masalah menetukan apa masalahnya (diagnosis), dilanjutkan dengan merancang alternatif penyelsaian maslah atas keberagaman bagi inidividu dan kelompok (Prognosis), selanjutnya (Treatmen) melaksanakan pemberian bantuan kepada individu dan kelompok berdasarkan alternatif&nbsp; yang telah dirancang sebelumnya. Dan langkah terahir melakukan evaluasi mengenai proses konseling silam dari tahap identifikasi maslah hingga treatmen dan mengevaluasi hasil yang dicapai dari konseling yang telah dilakukan, sebeagai langkah menentukan apakah masih perlu dilakukan konseling isalam atau tidak.</p> 2018-12-02T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement##