Rekonstruksi Islamisasi Sains Sebagai Langkah Awal Islamisasi Ilmu: Pemikiran Syed Muhammad Naquib Al-Attas
Abstract
Muhammad Naquib al-Attas was the first figure who explicitly stated the project of Islamization of knowledge when a conference held in Mecca. In the concept of religion, there are at least several concepts that are contained, namely: faith (belief), Islam (obedience) and Ihsan (integration between heart and mind in good deeds) and all of this, driven by science. Reconstruction of Al-Attas's thinking originated from his concern for the narrowing of meaning to Islamic scientific terms caused by attempts at westernization, mythology, the inclusion of things that are magical and secularism. In line with its strategy of Islamization, al-Attas seems to use the approach of Islamization of science as a springboard to correct modern discipline and purify the sciences that have been contaminated by the ideology of secularism. Knowledge in al-Attas' view is something that is devolved from God to enter into the spirit, then interpreted by the forces that exist in that spirit to the birth of knowledge and forms of symbols or logical proportions or metamatise.
Downloads
Copyright (c) 2019 Mawa'izh: Jurnal Dakwah dan Pengembangan Sosial Kemanusiaan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Pemberitahuan Hak Cipta
- Untuk semua artikel yang dimuat di Mawa'izh (Jurnal Dakwah dan Pengembangan Sosial Kemanusiaan), hak cipta tetap milik penulis. Penulis memberikan izin kepada penerbit untuk mengumumkan karyanya dengan syarat. Ketika naskah diterima untuk diterbitkan, penulis menyetujui pengalihan otomatis hak penerbitan kepada penerbit.
- Penulis memegang hak cipta dan memberikan jurnal hak publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution 4.0. yang memungkinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas kepenulisan karya tersebut dan publikasi awal di jurnal ini.
- Penulis dapat mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi terbitan jurnal (misalnya, mempostingnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya pada tahun jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusi atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena hal ini dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar atas karya yang diterbitkan (Lihat The Pengaruh Akses Terbuka )
SURAT PENUGASAN HAK CIPTA
Sebagai penulis Jurnal Mawa'izh Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung Indonesia, saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Menyatakan:
- Makalah saya asli; tulisan saya sendiri dan belum pernah dipublikasikan/diusulkan pada jurnal dan publikasi lain.
- Makalah saya bukan plagiarisme melainkan ide/penelitian asli saya.
- Makalah saya tidak ditulis oleh bantuan lain, kecuali dengan rekomendasi Dewan Editor dan Reviewer yang telah dipilih oleh jurnal ini.
- Dalam makalah saya, tidak ada tulisan atau pendapat lain kecuali yang disebutkan dalam daftar pustaka dan relevan dengan kaidah penulisan di jurnal ini.
- Saya membuat tugas ini dengan pasti. Jika ada distorsi dan ketidakbenaran dalam penugasan ini, nanti saya akan bertanggung jawab sesuai hukum yang berlaku.