Media Baru dan Jurnalisme Warga: Sebagai Sumber “Hoax” dan “Black Campaign” pada Agenda Politik
Abstract
This article refers to the current communication issue where the emergence of new media give chance to the creation of a truly, practice of journalism. That is no longer conducted by professional journalists but by ordinary citizens. This writing focus on how the opportunities of new media and its challenges in people journalism and political agenda which using as fact news disseminators (hoax) and source run of black campaign content at both the national and regional political. The Habermas theory of public space where used to seeing new media become more crowded with various, opinion, news and of commentaries about politics. As in the case of seword.com, the news portal site was by a group of unknown writter its non credibility media worker. The use of social media by Bunni Yani who spread a message provocative and SARA in a contestation, political or agenda in the region hoax and black campaign. On the context of contestation or political agenda in the region, hoax and black campaign can break up nation’s unity at the regional level. Even the phenomenon in Jakarta Local Election perceived have influenced political stability and life state in general in Indonesia. In which front new media uses and journalism that they have to more support by participation political public that puts forward ethics journalistic, to unite wholeness the people and the country, instead of divided.
Downloads
Copyright (c) 2019 Mawa'izh: Jurnal Dakwah dan Pengembangan Sosial Kemanusiaan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Pemberitahuan Hak Cipta
- Untuk semua artikel yang dimuat di Mawa'izh (Jurnal Dakwah dan Pengembangan Sosial Kemanusiaan), hak cipta tetap milik penulis. Penulis memberikan izin kepada penerbit untuk mengumumkan karyanya dengan syarat. Ketika naskah diterima untuk diterbitkan, penulis menyetujui pengalihan otomatis hak penerbitan kepada penerbit.
- Penulis memegang hak cipta dan memberikan jurnal hak publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution 4.0. yang memungkinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas kepenulisan karya tersebut dan publikasi awal di jurnal ini.
- Penulis dapat mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi terbitan jurnal (misalnya, mempostingnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya pada tahun jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusi atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena hal ini dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar atas karya yang diterbitkan (Lihat The Pengaruh Akses Terbuka )
SURAT PENUGASAN HAK CIPTA
Sebagai penulis Jurnal Mawa'izh Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung Indonesia, saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Menyatakan:
- Makalah saya asli; tulisan saya sendiri dan belum pernah dipublikasikan/diusulkan pada jurnal dan publikasi lain.
- Makalah saya bukan plagiarisme melainkan ide/penelitian asli saya.
- Makalah saya tidak ditulis oleh bantuan lain, kecuali dengan rekomendasi Dewan Editor dan Reviewer yang telah dipilih oleh jurnal ini.
- Dalam makalah saya, tidak ada tulisan atau pendapat lain kecuali yang disebutkan dalam daftar pustaka dan relevan dengan kaidah penulisan di jurnal ini.
- Saya membuat tugas ini dengan pasti. Jika ada distorsi dan ketidakbenaran dalam penugasan ini, nanti saya akan bertanggung jawab sesuai hukum yang berlaku.