Ecobrick : Solusi Cerdas Untuk Mengatasi Sampah Plastik dan Tingkatkan Daya Tarik Wisatawan di Pantai Batu Bedil

  • Septa Viona IAIN Syaikh Abdurrahman Siddiq Bangka Belitung
Keywords: Sampah Plastik, Ecobrick, Sungai Padang

Abstract

Sampah merupakan material sisa hasil dari aktivitas yang dibuang sebagai hasil dari proses produksi, baik itu dari dalam sebuah industri maupun sisa dari rumah tangga Telah banyak solusi dalam mendaur ulang sampah, yang dapat diolah menjadi kursi, meja, maupun sebuah rangkaian tulisan. Dalam era modern ini, muncullah sebuah alternatif yaitu Ecobrick. Ecobrick, berasal dari bahas Inggris, Eco dan Brick. Eco yang berarti lingkungan, dan brick yang artinya bata. Jika dua kata ini (Ecobrick) digabungkan, maka artinya bata ramah lingkungan Mengingat sampah plastik yang masih menjadi permasalahan universal yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi manusia, maka berdasarkan observasi lapangan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN-MB IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung tahun 2023 kelompok 28 di Desa Sungai Padang, maka Ecobrick menjadi inovasi serta solusi yang ditawarkan untuk membantu mengurangi sekaligus memanfaatkan sampah plastik yang ada di Desa Sungai Padang. Lokasi pembuatan Ecobrick dibagi menjadi dua, yaitu: SMPN 4 Sijuk dan kawasan wisata Geosite batu Bedil. Respon masyarakat terhadap pembuatan Ecobrick sangat baik dan mendukung penuh serta mau bekerjasama untuk mengumpulkan sampah sebagai bahan baku Ecobrick. Dalam proses pembuatan Ecobrick terdapat kendala yang dihadapi baik dari faktor internal maupun faktor eksternal. Namun, meski demikian pada akhirnya pembuatan Ecobrick dapat diselesaikan dengan baik. Kata Kunci: Sampah Plastik, Ecobrick, Sungai Padang

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2024-06-30
How to Cite
Viona, S. (2024). Ecobrick : Solusi Cerdas Untuk Mengatasi Sampah Plastik dan Tingkatkan Daya Tarik Wisatawan di Pantai Batu Bedil. AL QUWWAH : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(1), 34-49. https://doi.org/10.32923/aq.v4i1.3753